Penjualan Naik, PT Salim Ivomas Raih Laba Rp 1,85 Triliun

PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) membukukan kenaikan penjualan sebesar 27% secara year-on-year (y-o-y) menjadi Rp 8,52 triliun pada semester I 2017.

Berdasarkan laporan kinerja keuangan pada tanggal 30 Juni 2017, meningkatnya penjualan didorong kontribusi penjualan divisi perkebunan dan divisi minyak dan lemak nabati.

“Pada semester I 2017 mencatat kinerja yang kuat seiring pemulihan dan pencapaian produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti dan minyak sawit mentah (CPO) naik masing-masing sebesar 13% y-o-y dan 11% y-o-y menjadi 1,44 juta ton dan 393 ribu ton,” kata Mark Wakeford, Direktur Utama Salim Ivomas Pratama Tbk.

Sepanjang Januari-Juni 2017, perusahaan mencatat peningkatan Lahan Tanaman Menghasilkan (TM) kelapa sawit dari Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) lebih dari 6.500 hektar serta masih terdapat sekitar 38 ribu hektar lahan TBM kelapa sawit untuk mendukung pertumbuhan produksi minyak sawit di masa depan.

Dia mengatakan, guna mendukung peningkatan produksi dari area-area baru yang menghasilkan, perusahaan membangun tiga pabrik kelapa sawit (PKS) baru dimana satu pabrik telah selesai pada bulan Mei  ini dan dua pabrik lainnya diperkirakan selesai pada tahun 2017 dan tahun 2018.

“Kami  juga melakukan ekspansi pada pabrik penyulingan CPO di Surabaya berkapasitas 300 ribu ton per tahun yang diperkirakan selesai pada kuartal pertama tahun 2018 untuk memenuhi peningkatan permintaan,” jelas Mark.

Adapun laba bruto naik 40% y-o-y menjadi Rp 1,85 triliun, terutama seiring dengan kenaikan harga jual rata-rata  dan volume penjualan produk sawit.

Hal ini turut berkontribusi pada kenaikan laba usaha yang meningkat 109% y-o-y menjadi Rp 1,05 triliun pada semester I 2017. Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat distribusikan kepada pemilik entitas Grup SIMP naik 112% y-o-y menjadi Rp 365 miliar.Bel

Share