Ritus Pemuja Setan (2) : Ini Misteri Diego dan Voodoo

Tafsir itu mengguncang Spanyol. Dalam tempo singkat mendapat reaksi luar biasa mengejutkan. Warga Spanyol terpana. Mereka tak menyangka, lagu yang digandrungi itu ternyata ritus pemujaan setan.

Tak lama kemudian, reaksi serupa berkembang di belahan dunia lain. Malah di Eropa, para pendeta ikut terpancing memberi komentar. Benarkah lirik lagu Asereje memang sekelam itu?

Tafsir mencekam itu nampaknya mendekati kebenaran. Sebab dalam lagu ini, di dalamnya memang terselip lirik penyembahan terhadap setan. Coba perhatikan lirik Asereje versi bahasa Inggris ini:

Friday night it’s party time feeling ready looking fine,

viene diego rumbeando, with the magic in his eyes checking every girl in sight, grooving like he does the mambo he’s the man alli en la disco, playing sexy felling hotter, he’s the king bailando et ritmo ragatanga,

and the dj that he knows well, on the spot always around twelve, plays the mix that diego mezcla con la salsa,

y la baila and he dances y la canta

 

Chorus:

asereje ja de je de jebe tu de jebere seibiunouva,

majavi an de bugui an de buididipi, asereje ja de je de jebe tu de jebere seibiunouva, majavi an de bugui an de buididipi many think its brujeria,

how he comes and disappears, every move will hypnotize you, some will call it chuleria, others say that its the real, rastafari afrogitano he’s the man alli en la disco,

playing sexy felling hotter, he’s the king bailando et ritmo ragatanga, and the dj that he knows well, on the spot always around twelve, plays the mix that diego mezcla con la salsa, y la baila and he dances y la canta

Jika disimpulkan, lirik lagu ini sebenarnya sederhana. Di dalamnya menceritakan seseorang yang sangat tampan rupawan mempesona dan menghipnotis siapa saja, namanya Diego. Tapi, simbol-simbol yang dipakai itu, hampir semuanya punyai nilai mistis.

Dari informasi mantan penganut gereja Setan diketahui, bahwa Diego adalah ‘code name’ dari Devil. Khususnya untuk daerah Amerika Selatan dan Spanyol. Dan harus diingat, bahwa Lucifer juga adalah iblis yang rupawan dan ahli musik, termasuk dansa.

Perhatikan lirik awalnya tentang sebuah pesta pada Jumat malam (bukan malam Jumat). Ini merupakan hari keramat bagi setan di Barat (Kalau di Indonesia, hari keramat itu kamis malam, atau malam jumat). Ingat film Friday the 13th ?

Untuk penganut setan, Jumat malam merupakan malam mereka mengadakan kebaktian dan pesta. Dan yang menarik, dalam lagu ini, kombinasi ras si Diego itu adalah afro-gypsy Rastafarian.

Sedangkan Afro, atau Afrika, terkenal dengan occult-nya, dan tari-tarian pemujaannya, sehingga mantra santet atau kutuk paling terkenal dan paling hebat datang dari Afrika yaitu Voodoo. Gypsy kental dengan pembicaraan tentang peramal dan penyihir. Dan Rasta adalah sebuah mode yang lekat dengan pemberontakan dan narkoba. (jss/dian/bersambung)

Share