SAWITPLUS.COM, PELALAWAN — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 2025, Pemerintah Kabupaten Pelalawan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah konkret menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 4 Juni 2025, di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Kabupaten Pelalawan.
Gerakan Pangan Murah tersebut merupakan bentuk sinergi antara Pemkab Pelalawan dengan sejumlah pihak, di antaranya Perum Bulog, PT Musim Mas, Dinas Perikanan dan Kelautan, serta kelompok tani binaan DKPTPH. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendukung ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Alfi Anansyah Putra, yang mewakili Bupati Pelalawan. Dalam sambutannya, Alfi membacakan pesan dari Bupati Pelalawan terkait pentingnya menjaga kestabilan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.
Bupati Pelalawan menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah turut serta mendukung dan menyukseskan kegiatan ini. Ia menilai, keterlibatan berbagai elemen sangat penting dalam menjamin terselenggaranya GPM secara optimal.
Menurut Bupati, momen Idul Adha biasanya memicu lonjakan permintaan bahan pangan pokok. Lonjakan ini kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan penimbunan barang, sehingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga.
“Oleh karena itu, pemerintah daerah harus hadir untuk menjamin ketersediaan dan kestabilan pasokan pangan. GPM ini menjadi upaya kami untuk menjaga keseimbangan pasar menjelang Idul Adha,” ujar Bupati dalam sambutan yang dibacakan.
Ia juga menambahkan bahwa sebagian besar komoditas yang dijual dalam program ini berasal dari hasil pertanian lokal binaan pemerintah daerah. Hal ini tidak hanya membantu konsumen, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani.
Dengan melibatkan petani lokal, GPM menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. “Petani maju, ekonomi maju, Pelalawan maju,” tegas Bupati, mengutip salah satu misi pembangunan Pelalawan menuju tahun 2026.
Beberapa komoditas yang dijual dalam GPM ini meliputi beras Anak Daro sebanyak 1,5 ton dalam kemasan 5 kilogram yang dijual seharga Rp72.500 per sak. Selain itu, tersedia minyak goreng sebanyak 2,5 ton dengan harga Rp17.000 per liter dan Rp30.000 untuk kemasan 2 liter.
Gula pasir juga dijual dengan harga terjangkau yakni Rp17.000 per kilogram, dengan total ketersediaan 100 kilogram. Selain itu, tersedia aneka sayuran segar serta ikan segar hasil produksi lokal dalam jumlah terbatas.
Kehadiran pangan murah ini disambut antusias oleh masyarakat. Sejak pagi, warga terlihat memadati area halaman kantor DKPTPH untuk membeli kebutuhan pokok mereka menjelang Idul Adha.
Pemerintah Kabupaten Pelalawan berharap program ini dapat memberikan dampak nyata dalam menjaga daya beli masyarakat serta menekan potensi inflasi jelang hari besar keagamaan.
Kegiatan ini juga menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah, BUMN, swasta, dan kelompok tani dapat menghasilkan kebijakan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pemkab Pelalawan berkomitmen untuk terus melanjutkan program serupa secara berkala, sebagai bagian dari upaya perlindungan sosial dan ketahanan pangan di wilayahnya.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, pemerintah daerah optimistis bahwa stabilitas harga dan pasokan pangan dapat terjaga, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menyambut hari raya. (ADV)



