Api Berjarak 1,5 Km dari Konsesi, PT Arara Abadi Perkuat Pemadaman dari Darat dan Udara

Berita47 Views

SAWITPLUS.COM, SIAK— Kebakaran yang terjadi di lahan masyarakat Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, mendapat perhatian serius karena lokasi titik api berada tidak jauh dari kawasan operasional PT Arara Abadi.

Jarak kebakaran sekitar 1,5 kilometer dari batas luar konsesi membuat perusahaan mengambil langkah antisipasi. Tim pemadam PT Arara Abadi langsung turun ke lokasi bersama unsur Satgas Karhutla Riau dan sejumlah instansi terkait.

Kebakaran diketahui sejak Selasa (18/8/2026) setelah terpantau melalui patroli serta Posko Mitigasi perusahaan. Tim RPK dan TRC kemudian melakukan pemeriksaan kondisi api dengan dukungan drone sebelum menentukan strategi penanganan.

Potensi angin yang cukup berpengaruh di kawasan sekitar pesisir serta kondisi medan membuat risiko penyebaran api menjadi perhatian. Terlebih, ketersediaan sumber air di sekitar lokasi juga terbatas.

Untuk mempercepat penanganan, perusahaan mengerahkan dua helikopter water bombing dengan bucket masing-masing berkapasitas 5.000 liter.

Operational Head RPK/TRC PT Arara Abadi di lapangan, Angga Saprianto, didampingi Fire Marshall Aidil Bhakti mengatakan bahwa tim perusahaan langsung bergerak setelah mendapatkan informasi mengenai titik api.

“Begitu api terpantau pada Selasa, 18 Agustus, tim RPK langsung melakukan pengecekan dan size up dengan penggunaan drone untuk melihat kondisi ril api serta penanganan di lapangan nantinya. Lokasi kebakaran berada sekitar 1,5 kilometer dari batas luar konsesi perusahaan. Karena kondisi angin yang berdekatan dengan pinggir laut dan karakteristik lahan dapat menyebabkan api berkembang serta berpotensi merambat menuju kawasan HTI, kami mengambil langkah antisipatif dengan mengerahkan 2 unit helikopter water bombing berkapasitas bucket 5.000 liter, mengingat sumber air juga sulit” ujarnya.

Upaya pengendalian dilakukan selama dua hari. Tim perusahaan tidak bekerja sendiri, tetapi bergabung dengan Manggala Agni Daops Siak, BPBD, TNI/Polri dan masyarakat.

Aidil menyebut koordinasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran, terlebih kondisi lapangan membutuhkan dukungan pemadaman dari berbagai arah.

“penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan sekaligus koordinasi lintas pihak. Karena itu, tim RPK PT Arara Abadi terus melakukan pemadaman selama dua hari dan memperkuat koordinasi dengan unsur pemerintah, Manggala Agni, BPBD, serta masyarakat.

“Pada hari kedua, pemadaman kami lakukan secara bersama-sama dengan Manggala Agni Daops Siak, BPBD dan masyarakat. Kolaborasi seperti ini sangat penting karena penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Tujuan kami adalah api dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang ke area yang lebih luas, untuk mengatasi air yang sulit, ” tambahnya.

Direktur PT Arara Abadi Edi Haris, MZ, menegaskan bahwa perusahaan mengambil langkah sebelum api memasuki kawasan konsesi.

“Karhutla merupakan tantangan yang membutuhkan respons cepat, terukur dan kolaboratif. Ketika terdapat kebakaran di sekitar wilayah operasional yang berpotensi meluas menuju kawasan perusahaan, kami tidak menunggu sampai api memasuki konsesi. Tim RPK langsung bergerak melakukan upaya pemadaman dan mengerahkan dukungan water bombing sebagai upaya penguatan pemadaman api,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa dukungan udara menjadi salah satu opsi ketika kondisi medan tidak memungkinkan pemadaman hanya mengandalkan personel di darat.

“Kita berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Riau, Satgas Karhutla, Manggala Agni, BPBD, aparat, pemerintah daerah dan masyarakat. Kolaborasi ini bukan hanya untuk melindungi kawasan perusahaan saja, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam mencegah dampak Karhutla terhadap lingkungan dan masyarakat, bagi PT Arara Abadi bahwa penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan koordinasi berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, aparat, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya,” tambah Edi Haris.

Di sisi lain, Manggala Agni Daops Siak mengapresiasi dukungan seluruh pihak dalam penanganan kebakaran tersebut.

“Pemadaman Karhutla membutuhkan sinergi dan dukungan semua pihak. Kehadiran tim RPK PT Arara Abadi, Manggala Agni, TNI/POLRI, BPBD, dan masyarakat Peduli Api di lapangan menjadi kekuatan bersama untuk mempercepat pengendalian api. Dukungan water bombing juga sangat membantu dalam menjangkau dan melakukan pembasahan pada area yang sulit ditangani secara langsung dari darat,” ujarnya.

Untuk mengatasi keterbatasan air, helikopter water bombing PT Arara Abadi juga membantu pengisian dua unit Polda Tank dengan kapasitas masing-masing 5.600 liter air di lokasi yang tidak memiliki sumber air.

“Yang paling penting adalah bagaimana api dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas. Pencegahan harus dilakukan sedini mungkin. Karena itu, koordinasi, pemantauan dan respons cepat dari seluruh pihak menjadi sangat penting dalam menghadapi karhutla.***