Salam Lima Jari Jadi Strategi PDC Bangun Operasi Selamat dan Berkelanjutan

Berita17 Views

SAWITPLUS.COM, JAKARTA — PT Patra Drilling Contractor (PDC) memperkuat penerapan budaya keselamatan melalui program Salam Lima Jari 2026.

Program ini mengintegrasikan lima pilar pengelolaan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan pekerja, meningkatkan keandalan operasional, serta memperhatikan dampak kegiatan perusahaan terhadap lingkungan.

Lima pilar yang menjadi landasan program tersebut adalah Management Commitment, Occupational Health Excellence, Strengthening Safety Barrier, Enhancing the Security Management System, dan Green Operations.

Masing-masing pilar mencakup komitmen kepemimpinan, kesehatan dan kesejahteraan pekerja, pengendalian risiko keselamatan, pengelolaan keamanan, serta praktik operasional yang lebih ramah lingkungan.

Implementasi program ini berjalan seiring dengan pencapaian PDC dalam mencatatkan 48.207.819 jam kerja aman tanpa kecelakaan yang menyebabkan kehilangan waktu kerja atau Lost Time Injury (LTI).

Capaian kumulatif sejak 18 Mei 2018 hingga September 2026 tersebut mencakup 2.069 pekerja dari berbagai lini bisnis PDC, tidak termasuk bisnis Outsourcing Management (OSM).

HSSE Manager PDC, Bagus Uji Widihartono, menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan keselamatan harus tercermin dalam perilaku pekerja dan penerapan pencegahan risiko di setiap aktivitas.

“Bagi kami, 48 juta jam kerja aman bukan sekadar pencapaian angka. Di balik setiap jam kerja tersebut ada pekerja yang harus kita lindungi demi keluarga dan orang-orang yang menantikan kepulangannya. Karena itu, kami terus mendorong setiap pekerja untuk peduli terhadap keselamatan diri sendiri maupun rekan kerjanya, termasuk berani menghentikan pekerjaan ketika menemukan kondisi yang tidak aman sesuai dengan HSSE Golden Rules Pertamina,” ujarnya.

Pada pilar Strengthening Safety Barrier, PDC menerapkan Stop Work Authority (SWA). Kebijakan yang diberikan oleh Direktur Utama PDC ini memberikan kewenangan kepada seluruh pekerja, termasuk pekerja kontrak dan mitra kerja, untuk menghentikan aktivitas apabila ditemukan kondisi atau tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan, tanpa membedakan jabatan.

Penghentian pekerjaan dilakukan agar potensi bahaya dapat dievaluasi dan langkah pengendalian diterapkan sebelum aktivitas kembali dilaksanakan. PDC juga menjalankan observasi HSSE individu, pengelolaan insiden, komunikasi keselamatan, serta pengawasan dan evaluasi operasional untuk memperkuat kemampuan pekerja dalam mengenali risiko.

Pada aspek kesehatan, pilar Occupational Health Excellence diarahkan untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan pekerja. Sementara itu, Enhancing the Security Management System berfokus pada pengelolaan risiko keamanan operasional agar kegiatan perusahaan dapat berjalan dengan memperhatikan aspek keamanan.

Komitmen terhadap lingkungan diterapkan melalui Green Operations, antara lain dengan mendorong pengurangan emisi serta pengelolaan limbah dan air. Adapun Management Commitment diperkuat melalui kunjungan manajemen ke lokasi kerja, pengelolaan risiko HSSE, dan penguatan kepemimpinan keselamatan.

Melalui rangkaian program tersebut, PDC berupaya menjadikan HSSE sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari. Pencapaian jam kerja aman dipandang sebagai salah satu indikator, bukan tujuan akhir, dalam membangun sistem keselamatan yang proaktif, terukur, dan berkelanjutan.

Dengan melibatkan pekerja dan mitra kerja serta memperhatikan kebutuhan para pemangku kepentingan, termasuk pelanggan, PDC terus mendorong operasional yang selamat, sehat, andal, aman, dan berwawasan lingkungan. Pada akhirnya, upaya tersebut ditujukan untuk memastikan setiap pekerja dapat kembali ke rumah dengan selamat. ***