Harga CPO Tertekan, Laba PT Bakrie Tetap Naik

PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) berhasil membukukan nilai penjualan sebesar Rp 743 miliar sepanjang enam bulan pertama tahun 2017.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis akhir Juli 2017, Perseroan berhasil membukukan peningkatan laba kotor +117% ke Rp 351 miliar dan laba operasi  Rp 141 miliar sepanjang  semester pertama 2017 dibandingkan semester pertama 2016.

“Manajemen UNSP optimis, kinerja Perseroan akan terus membaik pada tahun ini. Apalagi, berdasarkan siklus, produksi sawit biasanya mencapai puncaknya di semester kedua setiap tahun,” kata Direktur & Investor Relations UNSP, Andi W. Setianto.

Perseroan terus bekerja keras melakukan serangkaian program revitalisasi perkebunan dan fasilitas produksi untuk menjaga produktivitas kebun inti sawit dan karet, di tengah melemahnya harga komoditas CPO (Crude Palm Oil) dunia di semester pertama 2017 serta diskon harga jual CPO domestic. Itu akibat kebijakan CPO Fund Pemerintah memungut USD 50 per ton CPO untuk subsidi program biodiesel  nasional.

Menurutnya, harga  komoditas sawit utama yaitu CPO melemah dari level bulanan USD 720 per ton FOB Malaysia di Januari hingga ke level USD 620 di Juni 2017.

Itu salah satu penyebabnya, katanya, karena kebijakan pungutan CPO Fund USD 50 per ton untuk subsidi program biodiesel nasional, diskon harga CPO domestik yang diterima Perseroan dan petani dari menjual CPO dan FFB (Fresh Fruit Bunch) di pasar lokal.

“Perseroan mengikuti protokol RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) and ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) yang menjunjung tinggi prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan, di antaranya kebijakan “zero-burning” (tanpa membakar) dalam melakukan kegiatan perkebunan,” paparnya. bel

Share