Aneh, Jelang Imlek Ekspor CPO Justru Turun

Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit mengalami penurunan. Itu karena hampir seluruh perusahaan yang ada di Provinsi Riau menurunkan harga. Penurunan itu tidak hanya terjadi pada TBS, tetapi juga untuk Crude Palm Oil (CPO) dan kernel.

Penguatan Ringgit Malaysia, dan makin kencangnya sikap Uni Eropa melarang sawit masuk negara-negara Eropa adalah faktor lain yang mendegradasi TBS sawit. Dan yang mengejutkan, di bulan Januari yang biasanya diikuti dengan kenaikan ekspor CPO justru tidak terjadi.

Malah mendekati hari besar Imlek, ekspor CPO tidak menaik, tetapi mengalami penurunan. Ini yang disebut beberapa analis sebagai hal yang aneh. “Memang biasanya begitu. Mendekati Imlek, ekspor CPO sawit akan mengalami kenaikan,” kata Kanya Laksmi, Bendahara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

Seperti diketahui,harga TBS penetapan ke 04 bulan Januari 2018 (periode 24 – 30 Januari) di tahun 2018 mengalami penurunan pada setiap kelompok umur kelapa sawit. Jumlah penurunan terbesar terjadi pada kelompok umur 10 – 20 tahun yang mengalami penurunan harga sebesar Rp 57,33/Kg atau mencapai 3,02 % dari harga minggu lalu. Harga TBS periode saat ini menjadi Rp 1.841,01/Kg.

Penyebab penurunan harga TBS minggu ini disebabkan oleh turunnya harga jual CPO dan kernel dari hampir seluruh perusahaan sumber data.

Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami penurunan sebesar Rp 209,48/Kg, Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 220,75/Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 181,82/Kg, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 326,43/Kg, PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan harga sebesar Rp 217,00/Kg, dan hanya PT. Musim Mas yang mengalami kenaikan harga sebesar Rp 5,00/Kg dari harga minggu lalu.

Sedangkan untuk harga jual kernel, Sinar Mas Group mengalami penurunan sebesar Rp 149,74/Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 172,72/Kg, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 157,25/kg, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan harga sebesar Rp Q209,00/Kg dari harga minggu lalu.

Harga TBS itu merupakan dampak dari penurunan harga CPO dunia. Minyak sawit  terkoreksi karena adanya penurunan ekspor. Ini memang tidak biasa. Seharusnya ekspor CPO pada Januari meningkat lantaran menjelang tahun baru Imlek pada pertengahan Februari nanti.

Selain faktor-faktor di atas, meningkatnya mata uang ringgit terhadap dollar AS, dampak keputusan parlemen Uni Eropa yang akan mulai memberlakukan larangan masuknya minyak kelapa sawit ke wilayahnya di tahun 2020 juga ikut berperanan dalam penurunan harga TBS ini. dam

Share