Takjil Puasa Ramadhan Jalur Gaza Yogyakarta

SAWITPLUS– Pimpinan Ranting Muhammadiyah Nitikan Yogyakarta kembali menggelar agenda Pasar Sore Ramadan pada Minggu, 5 Mei 2019. Pasar tiban Ramadan di Nitikan ini dikenal dengan nama Jalur Gaza alias Jajanan Lauk Sayur Gubuk Ashar Zerba Ada.

Lokasi pasar sore yang dikelola Pimpinan Ranting Muhammadiyah Nitikan tersebut berada di sepanjang Jalan Sorogenen kampung Nitikan Yogyakarta. Lokasinya sekitar 5 kilometer di timur Jalan Malioboro, Yogyakarta. Mengawali pembukaan pasar sore Nitikan itu, masyarakat menggelar kirab budaya Grebeg Takjil di sepanjang Jalan Sorogenen.

Ratusan orang berpakaian adat Jawa terlibat pawai itu sambil menggotong bermacam-macam makanan dalam bentuk arak-arakan ala prajurit Keraton Yogyakarta. “Kami mengangkat ikon takjil sebagai pengingat dan pertanda bulan Ramadhan tiba, sehingga perlu disambut dengan suka cita,” ujar Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Nitikan Dwi Kuswantoro.

Grebeg Takjil mengawali pembukaan Pasar Sore Ramadan Kampung Nitikan Yogya. TEMPO | Pribadi Wicaksono

Dwi menuturkan, pesan dari takjil selain ibadah atau hubungan antara manusia dan Allah SWT, juga membawa pesan kebudayaan. Pesan budaya yang dimaksud adalah masyarakat guyub, makan dengan menu yang sama, di tempat yang sama dari semua strata sosial.

Mengenai pasar sore Ramadan di Jalur Gaza ini, menurut dia, dimula pada Senin 6 Mei 2019 di Jalan Sorogenen, Kampung Nitikan, Yogyakarta. Panjang stan pedagang tahun ini mencapai hampir 2 kilometer dari timur RSUD Yogyakarta sampai depan Jogja Fish Market (Jalan Tegal Turi) dan masuk ke utara di sepanjang Jalan Nitikan Baru dan Jalan Sidikan.

Pasar sore Ramadan kali ini adalah tahun ke-11, dan antusiasme masyakarat terus meningkat. Dwi mengatakan, tahun ini jumlah pedagang yang menjadi peserta mencapai 300 orang. Bercermin pada pasar sore Ramadan 2018, transaksi pasar sore mencapai lebih dari Rp 3,5 miliar selama Ramadan.(Tempo.co)

Share