Firman Subagyo : Semua Pihak Sepakat Lawan Resolusi Eropa

Pemerintah mulai mengakui peran besar kelapa sawit bagi pembangunan Indonesia. Jika selama ini terkesan kurang perhatian terhadap sektor ini, maka menurut Anggota Komisi IV DPR-RI Firman Subagyo, maka itu diduga banyak informasi salah yang disampaikan pada Presiden Jokowi.

Dugaan itu yang mengemuka, sehingga industri sawit terkesan kurang dukungan. Presiden Jokowi terlalu banyak mendapatkan informasi yang diduga kuat mengandung kebohongan dan keliru. Selalu ada pihak-pihak yang melencengkan peran sawit, termasuk dari kalangan dekat presiden sendiri, katanya.

Kata Firman, selama ini banyak tudingan miring terhadap sawit. Itu dikaitkan dengan kesehatan, isu lingkungan, hingga yang aneh-aneh soal HAM dan koruppsi. Dan semua itu telah dijawab dengan banyak penjelasan ilmiah dari para pakar dan peneliti mumpuni di Indonesia.

“Hanya saja, kemungkinan besar pendapat para pakar itu tidak sampai ke tangan Presiden atau memang sengaja tidak disampaikan untuk mengakomodasi kepentingan kelompok tertentu,” ungkapnya.

Pihaknya juga menyayangkan banyaknya penyimpangan informasi, dan pembiaran terhadap kampanye hitam terhadap sawit. Itu yang mengakibatkan persoalan serius di bangsa ini.

Dia bahkan sangat prihatin dengan cara berpikir para mahasiswa Indonesia yang bersekolah di luar negeri. Mereka terkesan didominasi pemikiran LSM anti kemapanan. “Ketika ke Rusia, seorang mahasiswa bertanya kepada saya, apa urgensinya UU per-kelapa-sawitan. Padahal, dia berasal dari Kalimantan yang merupakan provinsi penghasil sawit,” tambah Firman.

Menurut Firman, itu akibat terlalu banyak pemikiran negara Barat yang dibiarkan, sehingga menjadi pembenaran terhadap pandangan-pandangan Barat yang tidak benar. Dan ini merasuki akal sehat bangsa ini. Sehingga banyak yang tidak menyadari, bahwa kesejahteraan yang terjadi di Indonesia, salah satunya karena peran sawit.

Firman berharap, perlawanan terhadap resolusi Parlemen Eropa bisa menjadi awal kebangkitan bagi industri sawit nasional. “Ketika Indonesia dilecehkan dengan pernyataan yang merendahkan martabat bangsa, rasa nasionaliesme mulai bangkit dan semua pihak sepakat untuk melawan,” ujarnya. jss

Share

Leave a Reply